5 Tips bermanfaat untuk fotografer wedding pemula

October 25, 2018

Sheldon Evans, fotografer yang tinggal di Cape Town, Afrika Selatan ini membagikan tips dan trik untuk para fotografer wedding. Ia banyak menghabiskan waktu untuk memotret di weekend, sedangkan di hari lain ia mengedit foto-foto, memproses email yang masuk, menulis blog, dan membuat konten video di channel Youtube-nya. Berikut ini beberapa tips yang bisa berguna untuk kamu:

 

#1. Jangan terburu-buru!
Evans banyak melihat saran kurang baik yang beredar di Youtube. Saran itu biasanya membiarkan fotografer baru yang belum pernah memotret wedding untuk tetap melanjutkan saja pekerjaannya sekaligus menjadi eksperimen.
Pertama, ia menilai saran ini adalah saran yang buruk karena bermain-main atau bereksperimen di hari yang paling penting dalam kehidupan seseorang. Jika gagal, kamu akan merusak kenangan di hari itu dan pasangan itu tidak memiliki foto kenangan yang baik. Kedua, dalam dunia fotografi sebuah "nama/brand" adalah segalanya. Jika kamu mengacaukannya, maka "nama/brand" akan jatuh dan Evans menilai belum ada cara yang kongkrit untuk memulihkannya kembali. Sebagai solusinya, Evans menyarankan kamu untuk menghubungi fotografer yang kamu sukai dan tanyakan apakah kamu bisa membantunya untuk salah satu proyek wedding-nya (sebagai asisten atau yang lainnya). Dari situ kamu akan mendapatkan pengalaman yang sangat berguna untuk kedepannya.

 

#2. Mempunyai cadangan/backup segalanya
Fotografi wedding dan jenis fotografi pada umumnya, bisa menjadi sangat mahal dengan perkembangan yang cepat di segala aspek. Kamu akan membutuhkan backup/cadangan segalanya, mulai dari kamera, lensa, battery, flash dan lain-lain. 
Apapun bisa terjadi pada hari H (hari wedding) dan kamu pasti tidak ingin menjadi fotografer yang dibayar tanpa kamera. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menyewa peralatan fotografi yang belum bisa kamu beli sendiri. Ada banyak keuntungan dalam menyewa alat dibandingkan untuk membeli sendiri dan itulah kenapa Evans selalu merekomendasikan hal ini ke fotografer pemula. Kamu bisa menggunakan alat yang diinginkan tanpa harus merogoh kocek lebih dalam dan banyak waktu untuk menyadari bahwa menginvestasikan $2,000 di sebuah lensa baru tidak akan menjamin pekerjaanmu jauh lebih baik.

 

#3. Shot list
Mungkin kamu berpikir bahwa "shot list" bukan menjadi style-mu, kamu ingin menjadi orang kreatif pada hari itu, dan berpikir mempunyai banyak ide di kepala dan tidak perlu diberitahu oleh siapapun apa yang harus dikerjakan. Hal tersebut mungkin saja benar, namun terkadang banyak tekanan diluar prediksi yang bisa menjadikanmu blank.
Wedding bisa menjadi sangat melelahkan dengan segala hal yang terjadi dan saat momen-momen tertentu, kamu bisa menjadi mudah lupa untuk mengingat foto apa yang kamu butuhkan. JIka kamu kehilangan foto atau rekaman suatu momen di dalam wedding, tidak akan ada reschedule atau re-shooting. Yang ada adalah kamu mendapatkan momennya atau tidak.
Lebih baik bermain aman daripada harus menyesal, karena menyusun "shot list" ini tidak akan mengambil banyak waktumu dan kamu bisa terhindar dari sakit kepala. Sebagai tips tambahan, Evans juga menyarankan untuk menanyakan shot-list grup/keluarga mempelai. Ini akan menghemat banyak waktu daripada harus memikirkan siapa saja keluarga yang wajib ada di foto grup/keluarga.

 

#4. Tinjau lokasi
Seringkali pada hari H, seiring ketatnya jadwal mempelai, beberapa hal bisa menjadi kacau dan keputusan harus dibuat pada saat itu juga. Bisa jadi mempelai memutuskan untuk memindah jadwal foto grup dan kamu tidak mempunyai waktu untuk mencari spot bagus. Kamu akan terjebak dalam situasi sulit memilih spot dan menjadi kurang puas dengan hasil jadinya.
Namun, ini tidak terjadi jika kamu datang lebih awal dan melakukan sedikit survey di sekitar lokasi, kamu bisa punya banyak kesempatan mencari spot terbaik untuk foto gaun, cincin, couple, grup, dan lain sebagainya. Hal tersebut memungkinkan kamu tidak menjadi terburu-buru atau tertekan, dan dengan banyak waktu luang kamu bisa isi dengan makan roti yang sudah dikemas dari rumah.

 

#5. Kenali alatmu
Ketika segala hal mulai bergerak di hari pernikahan, fotografer harus dengan cepat memotret momen di segala situasi pencahayaan, kamu bisa jadi baru menyadari ternyata kamu tidak benar-benar mengetahui kameramu dengan baik. Kamu harus bisa melihat situasi dengan cepat tanpa harus banyak berpikir dan mengerti bagaimana mengganti pengaturan dalam hitungan detik saat kamu terus bergerak ke momen berikutnya.
Bayangkan, saat itu kamu harus memotret di dalam sebuah chapel dengan pencahayaan redup kemudian dari dalam chapel kedua mempelai berjalan keluar lokasi yang tiba-tiba berada di cahaya yang sangat terang. Kamu perlu tahu bagaimana mengatur dua situasi dengan perbedaan pencahayaan yang drastis, sedangkan kamu juga memotretnya dengan kondisi berjalan mundur dan berusaha tidak menginjak salah satu kaki keluarganya di belakang. Kamu bisa meningkatkan kemampuan kecepatan memotret ini dengan melakukan tantangan memotret yang dibatasi waktu. Seperti yang pernah dilakukan beberapa fotografer dengan "3 Photograhers 1 Model Challenge".

 

Sumber: PetaPixel

Please reload

Featured Posts

Tutorial Videografi: Memilih Lensa yang Tepat Untuk Filmmaking

June 27, 2016

1/10
Please reload

Recent Posts

December 11, 2019

October 30, 2019

Please reload

Follow Us
  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • Google Classic
©2013 by Zenon Rental
  • Black Instagram Icon
  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black YouTube Icon