Aperture terbaik untuk Landscape Photography

August 20, 2018

 

Aperture terbaik untuk Landscape Photography

 

Christian Hoiberg adalah seorang fotografer landscape yang banyak membantu calon fotografer untuk mengembangkan kemampuan memotret dengan indah dan berkesan. Kali ini ia membagikan tips untuk mendapatkan aperture terbaik dalam landscape photography.

 

Untuk standar landscape photography (kecuali night photography, macro dan sejenisnya), aperture optimal untuk ketajamannya terletak di f/7.1 hingga f/13. Rentang aperture tersebut tidak hanya disebutkan secara acak namun faktanya dihitung secara hati-hati dan dikenal sebagai lens' sweet spot.

 

# Temukan Lens' Sweet Spot
Jika kamu tergolong baru dalam dunia fotografi dan baru saja belajar mengenai aperture, mungkin ini terdengar membingungkan, namun aperture yang paling tajam tergantung pada lensamu.

Perlu diperhatikan ketajaman yang dimaksud dalam artikel ini adalah tentang ketajaman dari depan ke belakang (front-to-back sharpness), bukan depth-of-field sharpness. Aperture tertajam pada lensamu dikenal sebagai sweet spot, tertelak dua hingga tiga f/stop dari aperture terbesar.

 

Oleh karena itu, aperture tertajam pada lensa 16-35mm f/4 terletak antara f/8 hingga f/11. Sedangkan pada yang lebih cepat, seperti 14-24mm f/2.8, mempunyai sweet spot antara f/5.6 hingga f/8.

Sejak sebagian besar lensa profesional mempunyai aperture besar, baik f/2.8 atau f/4, kamu akan sering mendengar bahwa aperture terbaik ada di f/8 atau f/11. Meskipun begitu, saya masih menyarankan untuk menggunakan 2-3 stop formula untuk menghitung sweet spot lensa, kemudian mengujinya di lapangan untuk membandingkan hasil gambar pada satu komposisi.

Sebagaimana yang saya sebutkan, tidak ada satu-satunya aperture yang benar, melainkan aperture terbaik bergantung pada scene yang spesifik.

 

# Kapan harus menggunakan Open Apertures?
Open apertures (bukaan lebar) biasanya digunakan untuk membuat efek blur pada background. Misalnya, menempatkan objek bunga dekat lensa dengan menggunakan open aperture f/2.8, maka akan menghasilkan objek bunga menjadi tajam dan fokus, sedangkan backgroundnya akan blur dan soft.

 

Contoh lain open apertures banyak digunakan saat memotret di malam hari. Tidak banyak cahaya alami di malam hari, jadi kamu mungkin perlu meningkatkan ISO, menggunakan shutter speed lebih rendah dan menggunakan open aperture.

 

Perlu diingat bahwa seberapa blur atau fokus sebuah gambar tergantung pada dimana kamu meletakan fokus pada gambarnya (foreground, middle, background), seberapa dekat elemen foreground pada kamera dan lensa yang kamu gunakan (wide angle/zoom)

 

# Kapan harus menggunakan Narrow Apertures?
Meskipun lebih banyak gambar yang berada dalam fokus, narrow aperture (bukaan sempit) bisa mengurangi ketajaman sesuai keinginan fotografer.

Narrow aperture sering digunakan ketika ada jarak yang signifikan antara foreground dan background, sedangkan kamu berharap sebisa mungkin gambar tetap tajam dan fokus.

 

Sementara gambar berada dalam fokus dengan aperture seperti f/22, maka hasilnya tidak setajam dengan aperture yang lebih lebar. Teknik "Focus stacking" banyak digunakan untuk mengatasinya.

Skenario lain dimana narrow aperture menguntungkan adalah ketika sinar matahari kurang tampak. Menggunakan aperture antara f/16 dan f/22 akan menghasilkan "sunstar" yang bagus dan tajam.

 

# Bagaimana aperture terbaik untuk landscape photography?
Seperti apa yang sudah bisa kamu ambil pelajaran sekarang, aperture terbaik untuk landscape photography bergantung pada gambar yang kamu ambil dan lensa yang kamu gunakan.

 

Open aperture seperti f/2.8 menghasilkan lebih sedikit gambar dalam fokus, namun bagian-bagian yang berada dalam fokus menjadi lebih tajam dibandingkan dengan aperture seperti f/22. Di sisi lain, narrow aperture seperti f/22 menjaga keseluruhan scene tetap fokus namun tidak setajam bagian yang diambil dengan aperture lebih lebar.

 

Dan lagi, aturan praktisnya adalah aperture tertajam (dimana bagian terbesar gambar dalam titik fokus namun tetap tajam) adalah antara dua dan tiga stop dari aperture maksimal, yaitu aperture paling populer untuk standar landscape photography yaitu antara f/8 dan f/11.

 

Source: PetaPixel

Please reload

Featured Posts

Tutorial Videografi: Memilih Lensa yang Tepat Untuk Filmmaking

June 27, 2016

1/10
Please reload

Recent Posts

December 11, 2019

October 30, 2019

Please reload

Follow Us
  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • Google Classic
©2013 by Zenon Rental
  • Black Instagram Icon
  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black YouTube Icon